jump to navigation

Dimana Kepekaan kita April 26, 2007

Posted by lakzon in Uncategorized.
7 comments

Mendadak saya jadi kepingin nulis tentang ini, di dua milis yang saya ikuti, yaitu milis Alumni FE unair dan milis blogger makassar sedang rame membicarakan masalah yang menurut saya mirip serupa tapi tak sama.

 

di Millis Alumni FE Unair sedang dibicarakan, keprihatinan para alumni yang melihat perjuangan korban Lapindo warga perumtas satu, yang sedang berdemo dijakarta untuk menuntut ganti rugi cash and carry, para alumni kebanyakan merasa prihatin dengan perjuangan warga perumtas. bahkan bisa di bilang “ngenes” melihat korban lapindo yang berjuang sendirian berdemo didepan istana dan di depan gedung DPR. walau alumni FE unair sendiri dengan sukarela sudah mengumpulkan bantuan dalam bentuk makanan kain dan lain-lain. tetapi masih terasa korban Lapindo ini berjuang sendirian. dan Bertanya dimana para Mahasiswa sekarang? dimana LSM? bahkan ada salah satu alumni yang dengan jelas membandingkan kasus lapindo dengan kasus waduk kedung ombo, dimana saat itu mahasiswa dan LSM berada digarda terdepan membela rakyat.Sedangkan di Millis Blogger makassar pada ribut mengomentari demo mahasiswa Universitas Muslim Indonesia yang sedang memperingati April makassar bedarah dengan seenaknya menutup jalan dimana seorang guru besar MIPA Unhas sedang sakit harus dilarikan ke rumah sakit wahiddin sudiro husodo. anak beliau yang berusaha membuka blokade jalan agar mobil yang membawa sang guru besar bisa lewat malah di keroyok oleh sebagian mahasiswa.

dari dua cerita di atas saya jadi sedikit prihatin dengan kepekaan sosial kita, terutama adik-adik mahasiswa kita. Korban Lapindo sudah begitu lama harus merasakan penderitaan material dan spiritual, makan hati dan pikiran hidup dalam pengungsian.
sedang di makassar sendiri mahasiswa dengan arogan menutup jalan yang merupakan kepentingan publik. ayolah adik-adik mahasiswa lebih bijaksana dalam melakukan demo, tunjukkan kepekaan sosial kita tunjukkan bahwa mahasiswa bukan cuma bisa demo ngomong koar-koar, mahasiswa bukan cuma bisa duduk diam di kursi ormawanya dan mahasiswa bukan cuma bisa belajar berpikir dan kuliah.
Tunjukkan bahwa mahasiswa juga punya hati nurani dan kepekaan sosial. berdemo yang sehat yang simpatik. berpihaklah pada kepentingan rakyat.

 

links terkait berita demo Umi

saya sempet dapat foto ini di pasar ikan makassar, gak ada hubungannya emang cuma lucu aja ngeliatnya. Bener-bener memanfaatkan momen deh, gimana mau coba? saya tidak tertarik yang pasti makan bakso dengan nama lapindo, atau mungkin bisa cash and carry ya baksonya D

 

Sebuah Paradigma April 24, 2007

Posted by lakzon in Uncategorized.
7 comments
Barusan saya blogwalking nemu tulisan bagus disini, ketika baca tulisan ini saya jadi inget banyak keluahan temen-temen di salah satu milis yang saya ikuti, serta obrolan-obrolan di YM. bahkan kemarin salah satu temen saya sempet mengeluh dan ingin banget segera keluar dari kerja dan cari pekerjaan yang baru. ya sebenarnya sih masalahnya semuanya sama kesenjangan kesempatan antara yang lebih tua dan yang lebih muda.
saya jadi inget iklan salah satu produsen rokok “yang muda yang gak di percaya” iya iklan ini memang kerasa nyentil deh.
Manajemen sering kali kadang hanya meliat senioritas, menganggab yang lebih tua lebih mampu, melihat bahwa dengan pengalaman mereka lebih layak mendapatkan kepercayaan. Manajemen yang bagus dan profesianal seharusnya memberikan kesempatan yang sama bagi semua karyawannya. manajemen yang bagus saya yakin sudah memikirkan hal ini. iya yang lebih tua memang mungkin memiliki emaosional control yang lebih bagus dari yang muda karena faktor umur dan pengalaman walaupun ini gak selamanya. tapi jangan dilupakan juga unsur kreatifitas, yang lebih muda apa lagi generasi pegawai yang baru yang fresh graduate masih segar semangat dan memiliki modal pendidikan lebih baik ( dalam hal teori ) dari pada yang lebih tua saya rasa perlu di pertimbangkan.
Gap antara yang tua dan yang muda dalam hal knowledge, emotion dan semangat serta kreatifitas ini sebenarnya bisa di jembatani dengan transfer knowledge diantara keduanya, atau melalui diklat dan pelatihan yang bagus dan terencana. Kayaknya emang paradigma ini ada di hampir seluruh perusahaan, bukan hanya dipekerjaan bahkan di dunia kampus, di pemerintahan dan yang lainnya. kalo gak percaya coba aja tanya sama para praja junior di IPDN.
Kayaknya setiap perusahaan mestinya juga berpikir menghilangkan paradigma in, yang lebih penting adalah kepuasan karyawan harus dijaga jangan sampai masalah seperti ini mengurangi semangat kerja para karyawan.
sudah saat nya Yang muda diberi kesempatan yang sama dengan yang lebih tua.
bagai mana menurut anda? apa bener paradigma ini ada? Tanya kenapa?

Nyobain Tempat Makan Baru April 23, 2007

Posted by lakzon in Uncategorized.
4 comments
Begitu denger ada franchise baru buka di kota Palangkaraya, mama rafi langsung semangat deh ngajakin makan di Ayam Goreng Wong Solo, saya juga jadi ikutan penasaran pengen cobaD/. ya akhirnya minggu siang kemarin saya sama mamanya rafi mampir ke Ayam Goreng Wong solo. D
Sebenarnya bukan masalah apa itu wong solo atau bukan, kami kalo denger tempat makan baru emang suka penasaran pengin cobain. Apalagi di Palangkaraya ini belum begitu banyak tempat makan, terutama franchise. setahu saya baru ada KFC, Texas, Mie Tebet terus apa lagi ya hehe…
Kaget juga pas tiba ditempatnya ternyata bukan seperti Rumah makan yang saya bayangkan, ternyata ini model warung tenda. mana Kota Palangkaraya ini panas banget jadi di tenda juga masih kerasa panas. tempatnya juga mepet dengan bandara jadi kalo pesawat berangkat atau dateng bising banget suaranya.

Soal menu juga gak gitu banyak hanya beberapa aja pillihannya, gak gitu banyak. saya jadi inget ketika makan di wong solo di Makassar dan di Palembang beda banget suasana dan menunya.
saya sama istri pilih Paket Ayam goreng, minumnya kelapa muda coco pandan dan istri saya pilih Juice Poligami serta tumis kangkung. lumayan lama menunggu -w akhirnya dateng juga makanan yang ditunggu-tunggu sayang tumis kangkungnya habis katanya padahal masih siang gini dah habis, kerasa kurang nasinya saya minta tambah nasi karena panas banget dan nunggu lumayan lama akhirnya istri saya pesen lagi minum es teh manis.
gak lama pesenan tambahan saya dateng cuma dapet es teh manis, nasinya “ maaf nasinya habis mas” kata pelayannya. “hayyaa…” kata saya baru kali ini saya makan di rumah makan mau nambah nasi gak ada habis nasinya . soal harga ya emang wajarlah karena emang murah juga menurut saya gak mahal koq. kalo pingin liat jelas ya klik aja foto menu disamping.

iya yang lucu lagi ada juga hiburan loh ditengah-tengah makan ada juga pengamen dateng dengan gaya ala vokalis nya radja. aduh jadi kerasa beneran deh warung tendanya. mana cara mintanya nyanyi sambil didepan meja gitu dan deket-deket banget deh. ( namanya juga pengamen ;)))

tadi saya search tentang ayam goreng wong solo di mbah googel, dan nemu disini ternyata memang Rumah Makan Ayam Goreng Wong Solo menawarkan paket franchise terdiri dari 5 paket. dari paket A ampe paket E, dengan harga yang bervariasi. dan mungkin yang di Palangkaraya ini yang paket E, iya paket kaki lima. Akhirnya saya juga maklum kenapa bisa berbeda-beda antara Rumah Makan Wong solo di Makassar, Palembang dan di Palangkaraya.

Dijalan pulang, mama rafi bilang kalo rumah makan dibuat gitu apa gak ngerusak image dari wong solo? wah saya gak tahu deh, Yang pasti kayaknya image poligami lebih melekat deh dimana saja rumah makan ini sosok pemilik waralabanya yang berpoligami terlihat dari pilihan menu-menunya di antaranya semacam juice Poligami tadi.

Bagaimanapun saya senang ada tempat makan baru, paling gak ada pilihan menu baru. dan yang pasti Palangkaraya tambah rame juga. ayo dong franchise rumah makan rame2 buka Rumah makan di Palangkaraya . kadang saya juga berharap seperti ini terjadi di bulukumba tapi koq kayaknya masih kesiangan ya ngimpinya woweee bangun-bangun….I-|

Pada suatu pagi di Palangkaraya April 21, 2007

Posted by lakzon in Uncategorized.
3 comments
Walo sering ke Palangkaraya, saya belum perna menulis tentang Kota Palngkaraya ibu kota Propinsi Kalimantan tengah yang terkenal dengan julukannya kota cantik, bukan kenapa tapi memang kalo ke Palangkaraya waktu kebanyakan ya buat dirumah saja sama Rafi dan Mamanya Rafi tentunya, kalo pun jalan ya cuma mencari sesuatu paling ya kebutuhan sehari-hari atau biasanya ya keluar cari mainan atau baju-baju rafi kalo gitu ya paling cari makan atau antar mamanya rafi ke Kantor.

Palangkaraya sendiri untuk ukuran ibukota propinsi termasuk masih belum terlalu berkembang menurut saya, kotanya bagus rapi dan bersih tata kotanya juga saya pikir bagus karena jalanan juga lebar dan sangat teratur. Cuma untuk hiburan dan kebutuhan hidup sehari-hari bisa dibilang mahal semacam sayuran dan buah-buahan kerasa mahal. Katanya mahal karena sayuran dan buah-buahan sendiri masih harus didatangkan dari banjarmasin atau bahkan dari jawa. Struktur tanah yang berpasir dan sebagian lagi tanah gambut kayaknya penyebab susahnya sayuran dan buah-buahan susah hidup di daerah ini. Walo saya dibesarkan di surabaya dan sempet merantau ke jakarta dan makassar saya pikir kota palangkaraya kota paling panas yang saya rasakan#:-S. Mungkin deket dengan katulistiwa atau mungkin tanahnya yang berpasir? Saya juga tidak tahu. Soal Mall ya biar nanti istri saya saja yang cerita. )

Untuk akses ke Palangkaraya sebenarnya agak susah pilihan pesawat belum banyak, untuk dari surabaya hanya ada satu kali flight Batavia, sedang dari jakarta ada sriwijaya dan batavia dimana masing-masing satu kali flight, soal harga tiket ya lumayan juga terutama kalo dari surabaya karena tidak ada saingan ya batavia jual mahal kayaknya, hukum suplay demand berjalan disini. Transport di dalam kota bisa menggunakan taxi (sebutan angkot di palangkaraya), Taxi sendiri (taxi beneran maksudnya) cuma ada di bandara. Untuk ke kota Cuma bayar 50 ribu

Hari rabu pagi sebelum pulang, saya dan istri sengaja cari sarapan, sebenarnya pinginnya cari gado-gado Cuma warungnya tutup jadinya jalan muter-muter ke kota akhirnya kami memutuskan beli ketupat kandangan di deket jembatan kahayan.

Iya akhirnya saya bisa foto-foto jembatan kahayan, jembatan kahayan ini semacam land mark kota palangkaraya, jembatan sepanjang 640 meter dengan lebar 9 meter ini menghubungkan Kota palangkaraya dengan Buntok ibukota kabupaten Barito Selatan, Kenapa juga dinamakan Kahayan? Karena jembatan ini berdiri diatas sungai kahayan. Kembatan ini nampak megah tapi sayang yang lewat juga belum banyak karena akses darat sendiri yang menghubungkan dengan buntok masih rusak. Kalo malam sendiri sih katanya banyak muda-mudi berpasangan yang mampir kesini.

Oh iya kalo sempet ke palangkaraya dan melihat jembatan kahayan sempetin juga makan ketupat kandangan di bawah jembatan lumayan enak koq harganya juga murah cuma 5 ribu perak, kalo pagi hari warungnya penuh berjubel deh yang beli, selain ketupat kandangan ada juga nasi kuning. Ketupat kandangan sebenarnya makanan khas banjar, karena di Palangkaraya ini selain suku asli dayak banyak juga pendatang dari banjar yang tinggal menetap si Palangkaraya ini. Ketupat kandangan sendiri sebenarnya cuma ketupat disiram kuah santan, yang bikin sedep karena ada aroma ikan haruan bakar pada kuah santannya, ikan haruan sendiri biasanya menjadi pilihan lauknya untuk menyantap makanan ini. D Hehe.. sory foto ketupat kandangannya lupa buru-buru makan sih kemarin.

Udah dulu besok sambung lagi cerita makanannya. Ada tempat waralaba baru buka di Palangkaraya. Mamanya rafi dah ngajak kesana terus jauh sebelum saya datang ke Palangkaraya jadi penasaran. ;)

Belajar Jalan April 20, 2007

Posted by lakzon in Uncategorized.
6 comments
Kangen juga nulis-nulis lagi, sudah lama banget rasanya blog ini nganggur. ya lagi-lagi rutinitas kerjaan banyak nyerap waktu, jadinya susah untuk ngeblog apalagi blogwalking. Lagian kemarin memang banyak dinas jarang di tempat jadinya ya waktu ngeblog bener-bener gak ada #:-S.
Rabu malam kemarin saya baru dateng dari Palangkaraya, setelah dinas dari Makassar saya sempetin untuk ketemu jagoan saya Rafi (dah kangen banget rasanya liat Rafi). Rafi dikit kurusan sejak bisa merangkak dan duduk geraknya lumayan banyak lagian sedikit kurang enak badan kemarin. tapi Rafi gak kehilangan semangat dan optimisnya walau sedang gak enak badan masih semangat untuk merangkak muter-muter ambil benda-benda disekitarnya ampe dapat.
dari sabtu tanggal 13 April 2007 ampe hari rabu tanggal 18 April 2007 saya berada di Palangkaraya.
karena Rafi udah bisa duduk dan merangkak hari minggunya bersama mamanya Rafi kita bertiga cari baby walker. ya alhamdulillah dapat juga walau yang ada warna nya Pink ). karena carinya minggu pagi di Palangkaraya ternyata rata-rata toko kalo minggu pagi tutup bukanya setelah makan siang, saya kurang tahu juga kenapa tapi alhamdulillah tetep bisa dapat juga baby walker.
Usia rafi udah 6 bulan setengah dah mulai belajar jalan. dirumah baby walkernya rafi langsung di pake gak pake test drive lagi langsung kenceng deh muter-muter seneng banget liat Rafi begitu semangat dan optimis nya kalo mau ambil benda gak pedul ada yang menghalangi dia terus mencoba walo jatuh2 juga D kayaknya ini yang mesti kita contoh dari seorang anak kecil ya Optimis dan semangatnya.
yang pasti hari hari-hari ini Rafi sedang sibuk dengan baby walkernya ).
oh iya pas pulang di jalan dari makassar menuju bulukumba mama rafi telp ternyata Rafi sempet gak enak badannya kemarin mau tumbuh gigi, karena dah keliatan putih-putih digusinya.
baru dateng dah kangen lagi rasanya sama Rafi. pingin cepet pulang lagi. moga liburan 4 hari bulan depan saya bisa pulang lagi.
Cerita di Palangka Raya nanti saya cerita lagi deh badan masih dikit capek rasanya.

Hari Ini Empat Tahun yang lalu… April 1, 2007

Posted by lakzon in Uncategorized.
17 comments

Hari ini empat tahun yang lalu, awal segalanya buat kita untuk memulai segala sesuatu yang tidak mungkin…

masih jelas rasanya… masih keinget jelas semuanya, rasanya baru kemarin.
Makasih banyak ya mam
selalu ada buat papa dan rafi…

Love
Papanya rafi

Belajar Duduk dan Merangkak Maret 25, 2007

Posted by lakzon in Uncategorized.
6 comments
Rafi dah mulai belajar duduk dan merangkak sekarang, katanya mbah uti surabaya sama nyai palembang kalo dah bisa duduk pasti bentar lagi belajar merangkak. Video diambil sama mama waktu Rafi lagi asyik pamer sama acilnya ( bahasa bajar untuk tante) kalo dah bisa angkat-angkat tangannya sambil goyang-goyangin badannya. tanggal 28 Maret 2007 ini genap enam bulan usia Jagoan Papa, gak kerasa papa cuma bisa liat perkembangan rafi dari jauh. cuma beberapa hari saja papa dalam sebulan bisa nemani rafi.

Doa papa, rafi selalu tambah pinter terus. walau papa jauh ya Mas Rafi.

Papa sayang ama rafi ama Mama juga

Makassar Memang Beda… (Jilid 2) Maret 22, 2007

Posted by lakzon in Uncategorized.
6 comments

Hari Minggu 18 Maret 2007, kami sedikit siang bangun, mungkin kecapekan kemarin keliling makassar. Padahal hari ini kami berniat jalan dari pagi sasaran kami ya Pantai Losari dan Jalan Somba Opu. Habis sholat subuh saya ketiduran lagi. Bangun dah lumayan siang. Ketika kami dah pada mandi dan siap meluncur kembali ternyata ada temen angkatanya Jae si Djohan bersama Istri dateng, Djohan teman seangkatan masuk kerja sama jae kebetulan Djohan penempatan Cabang Bau-bau, jadi ngobrol-ngobrol dulu. Gak kerasa dah mau dhuhur. Sebelum adzan Dhuhur, Djohan dan istri pamit. Saya dan Jae langsung siap-siap buat berangkat lagi. Selepas sholat dhuhur dan makan siang kami berangkat

Jalan Somba Opu.

Menyebut Jalan Somba Opu pasti yang terlintas adalah pedagang emas, memang jalan Somba Opu merupakan daerah sentra pedagang emas di makassar. Letaknya tidak jauh dari pantai losari. Ruas jalan yang tidak lebih dari lima meter sebenarnya dengan panjangkurang lebih cuma 1 kilo meter dengan banyak ruko berjajar di sepanjang jalan ini, di Jalan ini sendiri sebenarnya tidak hanya emas yang dijual tetapi juga masih banyak toko yang menjual dagangan yang lain. Yang paling banyak ya toko keradjinan atau toko oleh-oleh. disamping itu juga masih ada banyak toko jam, peralatan olah raga dan barang kelontong lainnya.

Bukan Emas atau perhiasan yang saya cari tapi malah ke toko oleh-oleh kami singgah di Toko “Keradjinan” toko ini menjual beraneka macam oleh-oleh khas makassar dari Minyak Tawon, Balsem Tawon, Minyak kayu Putih, dan beraneka Macam Minyak-minyak yang lain sampai beraneka makanan seperti Markisa, Kacang Disco, Kopi toraja dan lain-lain. Dari Kain Sutera, sarung khas Makassar, Kaos dan Baju dengan motif khas makassar. Sampai keradjinan perak, mutiara air tawar, pernak-pernik semacam gantungan kunci, gelang , kalung dan lain-lain.

Jae langsung mencari apa yang dia pingin, saya juga dapat kaos Makassar. Gak kerasa dah lumayan lama juga kami di Toko ini. Kami keluar Jae lumayan bayak juga yang dibeli selain Balsem Minyak tawon juga beli mutiara air tawar, baju khas makassar. Dah masuk tas rangsel kami.

Pantai Losari


Kalo soal pantai ini rasanya saya gak usah cerita banyak lagi pasti dah pada denger. cuman sekarang saya liat Pantai Losari jauh lebih rapi dan bersih. Saya dan jae Cuma berfoto-foto saja. Karena memang sedang terik bangt matahari. Sebenarnya bagus kalo pas sore ke Pantai Losari liat sunset. Selain itu juga bagi yang masih bujangan bisa liat-liat sapa tahu bisa nemu jodoh. Pisang Epe kayaknya belum lengkap kalo ke Pantai Losari Belum makan makanan ini. Tapi jujur saya tidak suka hehe…. mungkin ada yang belum tahu apa itu Pisang Epe, yaitu pisang setengah matang yang dipipihkan lalu dibakar dan disajikan papas–panas dengan siraman saus. Sausnya juga beragam, mulai dari gula aren, durian, coklat hingga keju, atau kombinasi dari dua sampai tiga saus sekaligus. Katanya neh…Menikmati Pisang Epe di pinggir Pantai Losari sambil menunggu matahari tenggelam sungguh sangat romantis bila dilewati bersama pasangan. Hehe… sayang mama rafi gak bersama saya yang bersama saya lah koq malah Jae ini hik..hik….((

Ke Mall, Toko Buku Gramedia…

Habis dari pantai saya tetep penasaran dengan bukunya kang Abik. Akhirnya saya sama jae meluncur ke Panakukang Mall buat ke Gramedia. Ya akhirnya saya dapat dua buku. cukup dua malam saya baca bukunya kang abik. Dah pingin baca sambungannya rasanya.

Saya juga sempet muter2 cari mainan buat rafi. Tapi mainan yang di gantung yang berwarna-warni gak ketemu dan gak dapat juga. Sebenarnya ada di hypermart tapi stock tinggal 1 itu juga dah parah bgt kondisiny gak bisa muter jadinya saya batalin beli. Orang desa “wong ndeso” kata Jae kalo ke kota gak main ke Mall koq kurang pas. Ya ampe malam muter-muter di mal. Ampe kaki bengkak kata Jae. Hehe iya saya hari ini pake kaos baru loh…

Benteng Fort Rotterdam

Hari Senin 19 Maret 2007. Target kami hari ini adalah Benteng For Rotterdam, Benteng peninggalan belanda ini dibangun oleh VOC, di dalam benteng ini ada museum La galigo. Benteng ini masih terawat dengan bagus kondisinya masih bersih. Benteng ini sekarang berada di tengah kota Makassar. Kebetulan pas kesana lagi banyak turis asing, dan lumayan dapat melihat hiburan tarian-tarian bugis. Saya Cuma berkeliling muter-muter bersama Jae. Di dalam Benteng ada juga tempat Pangran Diponegoro di tahan.Walo dah lebih 3 tahun saya di sulawesi selatan baru pertama kali ini saya baru bisa melihat langsung benteng Rotterdam ini saya yakin masih banyak juga orang asli makassar yang belum perna masuk ke dalam kompleks benteng ini. Setelah puas berfoto dan muter-muter di kompleks Benteng kami putuskan selesai dan perjalanan kami lanjutkan kembali..

Jalan Sulawesi, Cina Town dan Nasi Kuning

Keluar dari kompleks Benteng Rotterdam di seberang jalan kami di sambut daeng-daeng yang nawarin untuk menyeberang ke pulau Khayangan. Memang diseberang jalan dari Benteng Rotterdam ada rekreasi Pulau khayangan dimana banyak perahu kecil yang siap meyebrangkan ke Pulau Khayangan. Tapi kami tidak berniat menyeberang ke Pulau Khayangan selain sore nanti kami harus segera balik ke Bulukumba kami pikir cuaca panas terik banget. Ketika di tawarin “ ke pulau mas?” Saya jawab “sudah pak sudah pernah..”. si Jae yang denger jawaban saya bingung “loh Mas emang udah perna ke Pulau?” saya jawab asal aja “ Ya Sudah Pernah lah ke Pulau Jawa, Kalimantan, Sumatera, Bali, Sulawesi kalo Pulau khayangan emang belum” Si Jae yang denger jawaban saya cuma nyegir aja.

Kami lanjut ke Pecinan atau Cina Town di deket jalan Sulawesi. Pas di ujung jalan Sulawesi di depan RRI lah koq kami tergoda dengan Nasi Kuning hehe… emang kalo jalan-jalan gak pake makan koq gak seru. Jadinya kami mampir makan dulu. Nasi Kuning ini emang makanan khas masyarakat makassar buat sarapan di samping Coto Makassar, sop Sodara dan Palu Basa. Rasanya enak lauknya banyak banget. Gak salah yang antri luar biasa. Sempet antri gak dapat meja akhirnya dapat juga. wow… jalan kaki dari benteng tadi ke pecinan gak kerasa deh kalo dah liat makanan gini. Iya di depan benteng sampe jalan sulawesi ini banyak penjual es Degan loh…wuih seger deh. Gak kerasa dah siang kami lanjutkan jalan kaki lagi ke MTC untuk cari Pete-pete buat pulang.

Sore sehabis ashar kami pulang ke Bulukumba. lumayan kami gak naik umum ada tumpangan, saya dan jae ikut di mobil Pak Hudi temen kantor yang kebetulan keluarganya di Makassar. Ya lumayan lah paling gak, gak terlalu capek di banding kalo mesti naik umum.

Liburan 3 hari gak kerasa, saya masih berharap suatu saat bisa jalan keliling kota-kota yang lain. Dan tentu saja bersama Rafi dan istri saya. dan saya berharap bisa kembali menceritakan liburan di kota-kota yang lain. Dan hari ini saya liat kembali liat foto-foto ini saya berharap ada rafi dan mama rafi dideket saya. ya moga Allah SWT segera menyatukan kami amin. [-O

Kalo anda mau jalan ke makassar sebaiknya anda melihat links berikut

Makassar Memang Beda… (Jilid 1) Maret 20, 2007

Posted by lakzon in Uncategorized.
5 comments
Libur hari raya Nyepi kemarin yang jatuh hari senin membuat liburan weekend ini jadi lebih panjang. Sebenarnya saya bingung mau ngapain libur tiga hari pinginnya pulang ke palangkaraya, cuma baru hari rabu kemarin saya baru dateng dari Palangkaraya. selain itu duit juga lagi cekak. dari pada nyepi sendirian di Bulukumba karena gak pulang ke Rafi. Saya akhirnya janjian sama Jae untuk ke Makassar. Kami berdua berangkat hari sabtu pagi naik Mobil umum. Menjelang tengah hari kami baru sampai ke Makassar. Rencana ke Makassar dah kami susun, si Jae ingin cari oleh-oleh dari balsem minyak tawon sampai kain dan baju khas Makassar. Saya sendiri cuma pingi muter-muter makassar cari mainan buat jagoan ku Rafi selain juga ingin cuci mata ngusir kejenuhan di Bulukumba. tiga hari waktu yang cukup lumayan banyak untuk keliling makassar dan banyak tempat yang bisa di kunjungi buat jalan-jalan.


Sop Konro Karebosi

Sesampai di Terminal Malengkeri Makassar perut kami keroncongan ditambah suasana mendung makin mambuat perut kami keroncongan, karena Jae yang belum perna makan sop konro karebosi di Jalan Gunung Lampo Batang kami putuskan ke sana naik pete-pete ( Sebutan Angkutan kota di Makassar ) ke arah sentral.

Turun di Lapangan karebosi terus kami jalan menuju Sop Konro Karebosi di Jalan Gunung Lampo Batang No 39 – 41, lumayan jauh juga tapi sesampai di sana hidangan sop konro sudah bisa ngusir keringat kami.

Sop Konro merupakan makanan Khas Makassar dengan bahan daging tulang iga, selain sop ada juga Konro Bakar disini. Karena mendung saya pesan yang berkuah yang anget-anget saya pesen Sop konro, kuah nya memang sedap kalo saya rasa sedikit mirip dengan rawon sebenarnya Cuma sedikit beda racikan bumbunya. Rasanya luar biasa. Kalau anda ke Makassar jangan sampai tidak mampir merasakan makanan ini.

Pasar Sentral, MTC, Lapangan Karebosi dan Gramedia Book Fair

Sehabis makan kami lanjut ke Pasar Sentral dan MTC jalan kaki kembali. Kami melawati juga lapangan karebosi. Di pasar sentral ya gak nemukan mainan rafi yang saya cari. Saya langsung meluncur ke MTC si Jae benerin tali jam tangannya yang putus. Saya sempet Ambil foto Lapangan Karebosi dari atas MTC. Saya kagum masih bisa liat lahan hijau seluas lapangan karebosi. Lapangan ini masih sering digunakan untuk pertunjukan konser musik, kadang tim kebanggaan warga Sulsel PSM kadang latihan juga menggunakan lapangan ini. Hari dah sore, perjalanan 3 setengah jam dari Bulukumba ke Makassar masih kerasa. Kami putuskan pulang. Di jalan di depan monumen mandala lah koq ada Gramedia Book fair saya dan Jae putuskan turun dari pete-pete langsung turun saya ingin cari Novel ”Ketika Cinta Bertasbih” punya Kang Abik yang terbaru sekalian mamanya rafi juga ribut pingin banget Novel ini dah kangen rasanya baca tulisan Kang Abik katanya. Si Jae malah pingin cari “Ayat-ayat Cinta”untuk ceweknya. Saya kaget gedung M Yusuf bener-bener full berjalan susah saking penuhnya saya inget ini hari sabtu kayaknya para pelajar yang pulang sekolah banyak yang mampir kesini. Kami berdua tetep coba masuk tapi rupanya memang susah. Akhirnya kami putuskan pulang dan gak beli apa-apa padahal diskon lumayan. Di jalan Langit makin gelap selain dah menjelang maghrib juga mendung gelap banget. Kayaknya waktunya pulang. Saya menuju Minasa Upa rumah Bapak Puji yang sudah saya anggap orang tua ku di Makassar. Sampai di Rumah Hujan turun deras banget untung kami di rumah.

Tulisan Ini belum selesai nanti saya sambung kembali di Makassar Jilid 2 (cerita dwilogi hehe…) Saya mesti kembali kerja dulu besok deh insya Allah saya sambung kembali.

Kesabaran seharusnya tidak terbatas Maret 16, 2007

Posted by lakzon in Uncategorized.
6 comments
Ketika pulang ke surabaya kemarin saya dapat kaos oblong warna item lumayan dari mbah Utinya rafi katanya dapat dari temen hajinya kemarin.
kaosnya biasa sebenarnya hanya kaos oblong warna item tapi kalimat yang tertulis di situ saya suka “Semoga Aku Menjadi Orang Shabar
Mbah Utinya mungkin ngerti ya saya bener-bener gak sabar menghadapi semuanya, tulisan saya disini bener-bener menggambarkan saya dah ilang kesabaran, walo mbah utinya rafi jelas gak perna buka internet apalagi baca tulisan saya. ) tapi mungkin perasaan orang tua kerasa ya kalo anaknya ini sedang kurang sabar menghadapi banyak masalah atau mungkin mbah utinya tahu saya gak punya kaos oblong )).
Salah seorang temen saya sering nulis di status YM nya ” Kesabaran seharusnya tidak terbatas” iya kalimat yang begitu dalam kalo direnungkan. kalo ada yang bilang kesabaran itu ada batasnya maka seharusnya malah seharusnya tidak terbatas. hanya ini alasan klise buat orang untuk emosi dengan alasan karena dah habis kesabarannya. D
iya tiap ujian dan cobaan pasti ada jalan keluarnya tinggal kita yang mesti sabar. ya kayaknya kaos ini benar-benar cocok dengan kondisi saya saat ini, memang saya belum bisa sabar menghadapai semuanya. termasuk masalah urus-urus pindah istri saya.
Sesuai dengan tulisan kaos semoga saya benar-benar bisa menjadi orang yang sabar.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.